27 Mei, 2011

Kemuliaan dibalik AIB

Tulisan ini dikirim oleh UHAMKA B ke akun facebook saya via message.


Assalamu ‘alaykum Wr. Wb.

Sahabat seiman, sesungguhnya yang paling menakutkan dalam hidup ini adalah terungkapnya kejelekan, aib dan cacat dalam diri, terbongkarnya makar busuk diri yang selalu memperturutkan hawa nafsu, saat itu tak akan ada lagi kemuliaan, tak dijumpa lagi penghormatan, yang ada adalah kebencian, penghinaan dan cemoohan..,

Sahabat seiman..! dapatkah kita melihat seberapa besar aib dan cacat yang kita miliki..? cacat diri yang selalu terbungkus make up dunia, aib hati yang sering tertutup dengan dusta, hinanya sikap yang terhalang sandiwara.., sahabat, nilailah bagaimana ibadah kita sampai pagi ini, seperti apa akhlak kita kepada keluarga, dan selembut apa sikap kita terhadap saudara?

Sahabat seiman, lalu apa yang kita rasakan? terkadang kita masih dapat tersenyum di balik borok yang kita miliki, tak sedikit justru kita mendapatkan pujian, bahkan balasan kebaikan yang tak terbayangkan.. Sering kita tertipu menatap kemuliaan, selama ini tidak terungkapnya aib bukan karena kita tidak memiliki, dan bukan berarti Allah SWT tidak mengetahui, akan tetapi karena Allah SWT menutupinya, mungkin bukan karena kemuliaan kita, tetapi karena kasih sayang Allah SWT yang begitu besar kepada kita..

Sahabat seiman, tanyalah diri, jujurlah kepada Allah SWT, mengapa diri terus menganggap suci, kenapa nafsu selalu dituruti..? padahal kita yakin bahwa Allah Swt mengetahui, berusahalah menjadi pejuang hebat di bawah pengawasan Allah SWT daripada pengawasan manusia, sebab Dialah sesungguhnya yang memberikan kemuliaan!
Selamat beraktifitas! (SaiBah)

Dengarlah agungnya firman Allah SWT mengatakan, artinya:
“Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan?” (Q.S. Al Baqoroh: 77)

5 Kelebihan Akhwat (Wanita) yang Dijadikan "Senjata" oleh Syaitan untuk Melemahkan Ikhwan (Lelaki)

Tulisan ini dikirim oleh UHAMKA B ke akun facebook saya via message.

Bismillahirrahmanirrahim...

Akhwat adalah sosok yang sangatlah unik. Berbeda. Dan memiliki keistimewaan tersendiri. Islam bahkan memandang akhwat adalah sosok yang sangat spesial dan bahkan memberikan satu surat dalam Al-Quran untuk akhwat. An-Nisa. Rasulullah pun berkata bahwa sosok yang harus kita cintai setelah Allah SWT dan Rasulullah adalah : Ibu, Ibu, Ibu, barulah Ayah. Itu menunjukkan apresiasi yang sangat tinggi yang diberikan oleh islam kepada Akhwat. (Tapi orang barat suka bilang kalo islam itu melecehkan wanita.. Nah lho.. Mereka tidak melihat fakta kali ye... hehehe)

Namun Akhi, Ukhti, akhwat seringkali dibuat sebagai senjata yang Maha Dahsyat oleh Syaitan Laknatullah untuk meluluhkan kehebatan iman seorang ikhwan. Ya, tidak dipungkiri, salah satu jalan utama syaitan untuk merasuk ke dalam dada seorang ikhwan adalah melalui akhwat itu tadi. Dalam sejarah, syaitan mengakui kepada Nabi Musa AS bahwa jalur utama syaitan dalam merasuk dan memperdaya manusia ada 3 : ketika Shalat, ketika marah, dan melalui akhwat.

Kali ini Insya Allah ane akan mengulas hasil rangkuman beberapa ulama mengenai kekuatan akhwat yang dijadikan senjata oleh syaitan untuk meluluhlantakkan hati seorang ikhwan. Tapi maaf sebelumnya, bukan bermaksud untuk memojokkan akhwat dan meninggikan ikhwan. Tapi hanya bermaksud untuk saling mengingatkan. Karena, kalau hanya salah satu antara ikhwan atau akhwat saja yang menjaga hatinya, maka syaitan akan tetap mudah untuk masuk. Tapi khan kalau kita sama-sama menjaga hati, Insya Allah akan lebih baik bagi kita semua. Betul betul betul ?

Karena ingat, ketika syaitan sudah tidak mampu menyesatkan kita dengan keburukan, maka dia akan menyesatkan kita dengan kebaikan. Faham khan? Syaitan tidak akan pernah rela jika kita sebagai manusia mampu melenggang mulus dan melakukan kebaikan tanpa dia ganggu. Naudzubillahi min dzalik.

Lantas apa kekuatan akhwat?

1. Air Mata.

Air mata akhwat adalah sesuatu yang seringkali digunakan syaitan untuk meluluhkan hati seorang ikhwan. Air mata jelas sekali mampu meluluhkan hati seorang ikhwan. Jangankan ikhwan biasa yang masih belajar tentang prinsip-prinsip kehidupan. Seorang Umar bin Khattab RA yang ketika itu masih kafir dan memegang teguh prinsipnya pun diluluhkan oleh tangis adiknya hingga masuk islam dan menjadi salah satu khalifah terkuat pada masa kejayaan islam di dunia. Masih ingat khan kisahnya..?

So, gimana? Buat akhwat, afwan, bisa lebih berhati-hati lagi dalam mengeluarkan air mata. Apalagi ketika sudah ada ikhwan yang bukan muhrim, ada di sekitar anti. Apalagi kalau si ikhwannya ada perasaan sama anti. Wah, gawat tuh. Bisa-bisa Syaitan terbahak dan bertepuk tangan karena kelakuan kita itu. Naudzubillahi min dzalik.

Menangis adalah muara dari perasaan. Jikalau terlalu senang, kita bisa menangis. Jikalau terlalu sedih pun demikian. Jikalau sangat marah, kita juga mengeluarkan bulir-bulir air mata. Dan itu semua fitrah. Hanya saja, ketika ada sesuatu yang tidak tepat pada tempatnya, baik tidak disengaja apalagi kalau sengaja, akan menjadi senjata yang kuat bagi syaitan laknatullah.

Buat ikhwan, lebih waspada lagi sama syaitan..! Salah satunya lewat akhwat ini. Coba aja bayangin, kalau ada akhwat memohon sesuatu ke kita, sampe mengeluarkan air mata. Gimana sikap kita? Itu yang harus kita manage dengan sebaik mungkin. Tentu dengan manajemen hati yang tepat.

2. Senyuman.

Senyuman akhwat itu salah satu yang sangat mudah dijadikan oleh syaitan dalam memperdaya ataupun melelehkan hati seorang ikhwan. Apalagi kalau si akhwat yang sudah punya satu fikroh. Tentu akan sangat meluluhkan hati seorang ikhwan.

Lantas bagaimana? Allah telah jelas dan tegas memerintahkan kita dalam surah An-Nur ayat ke 30 hingga ke 31. Ayatnya yang berbunyi : “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya...” dan ayat ke 31 juga yang berbunyi “Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya....” menunjukkan solusi yang seharusnya kita lakukan bersama. Para ikhwan maupun akhwat sudah selayaknya menjaga pandangan mereka.

Ustadz ane bilang, kalau kita berbicara dengan lawan jenis sebaiknya tidak melihat langsung kepada wajahnya. Lihatlah beberapa senti di sampingnya. Senyum akhwat kalau sudah tertangkap oleh mata seorang ikhwan, weish... Bisa bahaya tuh.

3. Tutur kata

Akhwat itu memiliki jenis suara yang berbeda dengan ikhwan. Jenis suara akhwat itu lebih lembut dan tinggi daripada ikhwan. Kalau ikhwan, lebih nge-bass dan lebih rendah. Ternyata itu juga dijadikan senjata oleh syaitan untuk memperdaya ikhwan. Apalagi kalau si akhwatnya itu juga pakai intonasi yang sengaja di’naik-turun’kan. Memberi nada centil. Wah, udah bahaya itu. Hati ikhwan bisa berdesir mendengarnya.

Lantas bagaimana lagi? Untuk akhwat, berbicaralah yang tegas! Tidak menimbulkan kesan yang manja atau gimanaaa gitu.. (ngerti khan? Hhe..) Berbicaralah dengan retorika yang tegas dan seperlunya saja. Rasulullah SAW juga memerintahkan kita untuk berbicara yang benar, atau diam! Benar khan?

Suara akhwat itu sangat dilindungi dan dihargai oleh Islam. Bahkan ada beberapa ulama yang mengatakan bahwa nasyid akhwat itu tidak baik didengar oleh ikhwan. Karena, getaran suaranya itu besar kemungkinan dapat menimbulkan perasaan yang berbeda di hati ikhwan. Waduhh....

Ikhwan, jangan sok kasih perhatian. Jangan malah memancing akhwat untuk bersuara seperti yang dimaksudkan tadi. Ya, berhati-hatilah dalam mengolah hati. Berhati-hatilah dalam memberikan perhatian.

4. Berhias

Banyak perdebatan di sini. Tapi ternyata berbahaya juga lho. Salah satunya bagi akhwat yang memakai parfum atau wewangian. Rasulullah berkata bahwa barang siapa akhwat (wanita) yang memakai wewangian kemudian dia berjalan di depan seorang ikhwan (laki-laki) sehingga sang ikhwan mencium wewangian tersebut, maka sang akhwat dianggap pezina. Naudzubillahi min dzalik..

Yang masih jadi perdebatan itu tentang celak yang seringkali digunakan akhwat. Apakah itu termasuk berhias yang berlebihan? Menurut ustadz ane sih, katanya yang namanya celak itu pada umumnya pada zaman Rasulullah dipakai untuk ikhwan. Bukan akhwat. Adapun akhwat-akhwat muslimah yang memakai celak itu hanya bagi suami-suami mereka, ketika suami mereka baru pulang dari peperangan atau dari mencari nafkah bagi keluarga. Nah, kalau itu mah beda lagi. Kalau sama suami, Insya Allah halal. Malah jadi pahala bagi sang akhwat. Jadi, celak yang digunakan tersebut kurang pas kalau dipakai sama akhwat-akhwat di luar rumah. Apalagi kalau sengaja berniat berhias diri. Naudzubillahi min dzalik...


5. Kecerdasan

Nah, ini yang paling berbahaya atau paling sulit untuk dihindari. Akhwat yang cerdas seringkali dijadikan senjata yang sangat ampuh untuk meluluhkan hati seorang ikhwan. Seringkali ikhwan tidak melihat paras atau rupa dari si akhwat. Tapi kecerdasannya. Retorika berbicara serta bobot yang dia bicarakan. Apalagi kalau sudah satu fikrah, satu persepsi fikiran yang sama. Makanya, syaitan paling sering memakai kelebihan akhwat yang satu ini.

Jalan keluarnya bagaimana? Untuk keseluruhan, sebenarnya hanya ada dua intinya. Sang ikhwan harus menjaga diri serta hati mereka, dan sang akhwat juga demikian. Ketika diri telah dibersihkan dan hati telah disucikan, Insya Allah tidak syaitan juga akan kelelahan menggoda kita. Jangan lupa fasilitas istigfar yang diciptakan Allah untuk kita semua umat muslim. Selalu beristigfar setiap waktu. Ingat Allah setiap waktu.

Semoga dengan itu kita mampu menghindarkan diri dari godaan syaitan laknatullah. Insya Allah...

Nah, itu dia akhi, ukhti, rangkuman dari pendapat beberapa ulama mengenai akhwat dan ikhwan dan syaitan ketika telah berada di antaranya. Semoga bermanfaat ya..!

SU'UDZON & TAJASSUS(mencari2 kesalahan)..??? NGGA LAGI-LAGI DEH..

Oleh
Syaikh Abdul Muhsin Bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr
dikutip dari www.almanhaj.or.id.

Allah Ta’ala berfirman.
“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-car kesalahan orang lain” [Al-Hujurat : 12]
Dalam ayat ini terkandung perintah untuk menjauhi kebanyakan berprasangka, karena sebagian tindakan berprasangka ada yang merupakan perbuatan dosa. Dalam ayat ini juga terdapat larangan berbuat tajassus ialah mencari-cari kesalahan-kesalahan atau kejelekan-kejelekan orang lain, yang biasanya merupakan efek dari prasangka yang buruk.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah seduta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari hadits no. 6064 dan Muslim hadits no. 2563]
Amirul Mukminin Umar bin Khathab berkata, “Janganlah engkau berprasangka terhadap perkataan yang keluar dari saudaramu yang mukmin kecuali dengan persangkaan yang baik. Dan hendaknya engkau selalu membawa perkataannya itu kepada prasangka-prasangka yang baik”
Ibnu Katsir menyebutkan perkataan Umar di atas ketika menafsirkan sebuah ayat dalam surat Al-Hujurat.

Bakar bin Abdullah Al-Muzani yang biografinya bisa kita dapatkan dalam kitab Tahdzib At-Tahdzib berkata : “Hati-hatilah kalian terhadap perkataan yang sekalipun benar kalian tidak diberi pahala, namun apabila kalian salah kalian berdosa. Perkataan tersebut adalah berprasangka buruk terhadap saudaramu”.
Disebutkan dalam kitab Al-Hilyah karya Abu Nu’aim (II/285) bahwa Abu Qilabah Abdullah bin Yazid Al-Jurmi berkata : “Apabila ada berita tentang tindakan saudaramu yang tidak kamu sukai, maka berusaha keraslah mancarikan alasan untuknya. Apabila kamu tidak mendapatkan alasan untuknya, maka katakanlah kepada dirimu sendiri, “Saya kira saudaraku itu mempunyai alasan yang tepat sehingga melakukan perbuatan tersebut”.

Sufyan bin Husain berkata, “Aku pernah menyebutkan kejelekan seseorang di hadapan Iyas bin Mu’awiyyah. Beliaupun memandangi wajahku seraya berkata, “Apakah kamu pernah ikut memerangi bangsa Romawi?” Aku menjawab, “Tidak”. Beliau bertanya lagi, “Kalau memerangi bangsa Sind, Hind (India) atau Turki?” Aku juga menjawab, “Tidak”. Beliau berkata, “Apakah layak, bangsa Romawi, Sind, Hind dan Turki selemat dari kejelekanmu sementara saudaramu yang muslim tidak selamat dari kejelekanmu?” Setelah kejadian itu, aku tidak pernah mengulangi lagi berbuat seperti itu” [Lihat Kitab Bidayah wa Nihayah karya Ibnu Katsir (XIII/121)]

Komentar saya : “Alangkah baiknya jawaban dari Iyas bin Mu’awiyah yang terkenal cerdas itu. Dan jawaban di atas salah satu contoh dari kecerdasan beliau”.

”Orang yang berakal wajib mencari keselamatan untuk dirinya dengan meninggalkan perbuatan tajassus dan senantiasa sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri. Sesungguhnya orang yang sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri dan melupakan kejelekan orang lain, maka hatinya akan tenteram dan tidak akan merasa capai. Setiap kali dia melihat kejelekan yang ada pada dirinya, maka dia akan merasa hina tatkala melihat kejelekan yang serupa ada pada saudaranya. Sementara orang yang senantiasa sibuk memperhatikan kejelekan orang lain dan melupakan kejelekannya sendiri, maka hatinya akan buta, badannya akan merasa letih dan akan sulit baginya meninggalkan kejelekan dirinya”.

26 Mei, 2011

HAKIKAT KECANTIKAN

oleh Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah

Orang-orang yang terfitnah dengan wajah dan gambar cantik banyak sekali yang terperosok ke dalam perbuatan keji. Memang pantas dinamai perbuatan keji, karena Allah menamakannya perbuatan keji, perbuatan jelek, kerusakan, keburukan, syubhat dan kejahatan. Seluruh perkara di atas bertentangan dengan kecantikan. Dari situ dapatlah kita ketahui bahwa kecantikan yang disukai oleh Allah bukanlah kecantikan lahiriyah, sebab Allah tidak hanya melihat kecantikan lahiriyah belaka. Amat mustahil hal itu menjadi sesuatu yang disukai oleh Allah. Kecantikan itu ada yang disukai oleh Allah dan ada yang dibenci. Sesungguhnya Allah membenci mempercantik diri (laki-laki) dengan mengenakan sutera dan emas, membenci berhias dengan pakaian kesombongan. Meskipun dengan perhiasan itu seseorang menjadi lebih cantik. Kecantikan ada tiga macam:
1.Kecantikan yang tidak menimbulkan mafsadat. Inilah kecantikan yang dicintai Allah.
2.Kecantikan yang membawa mafsadat dan mengundang kemarahan Allah. Inilah kecantikan yang dibenci Allah.
3.Kecantikan yang mengandung kedua unsur di atas. Jenis kecantikan yang ketiga ini dibenci Allah dari satu sisi dan disukai-Nya dari sisi yang lain.

Ini jika kecantikan tersebut kecantikan buatan, adapun jika kecantikan itu adalah kecantikan alami, bukan buatan ataupun polesan, maka sama sekali tidak berkaitan dengan pahala dan dosa, tidak berkaitan dengan celaan dan pujian Allah, dan tidak berkaitan pula dengan kecintaan dan kebencian-Nya. Kecuali jika kecantikan itu digunakan untuk perkara yang disukai oleh Allah atau untuk perkara yang dibenci oleh Allah, sebagaimana kami jelaskan sebelumnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan suka keindahan.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah membenci orang yang keji dan kotor ucapannya.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai kekejian dan perkataan keji.”

Kecantikan dan keburukan memiliki keterkaitan dengan bentuk fisik dan tingkah laku. Tingkah laku itu akan tampak bekasnya pada perkataan dan perbuatannya. Jadi, dari sisi ini ada delapan jenis manusia, dua di antaranya adalah:
1.Yang memiliki kecantikan secara fisik maupun tingkah laku, pada perbuatan maupun perkataan. Merekalah orang yang paling terpuji dan paling dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lawannya adalah:
2.Yang buruk secara fisik maupun tingkah laku, pada perbuatan maupun perkataan. Merekalah manusia paling buruk dan paling dibenci Allah.

Ada pula yang terangkum pada dirinya dua unsur tersebut. Yaitu cantik dari satu sisi dan buruk pada sisi yang lain. Ada yang kecantikannya lebih dominan daripada keburukannya dan sebaliknya. Dan kadang kala juga berimbang.

Barangsiapa yang sering memperlihatkan keadaan manusia tentu akan mendapatinya demikian. Biasanya antara kecantikan lahir dan kecantikan batin saling berkaitan erat. Sebagaimana antara keburukan lahir dan keburukan batin juga saling berkaitan.

Bagi yang suka memperhatikan keadaan manusia, pasti menemukan hal itu. Pada umumnya kecantikan lahiriyah dan kecantikan batin saling terkait satu sama lain. Demikian pula halnya keburukan lahir dengan keburukan batin. Karena setiap batin terdapat indikasi pada penampilan lahir menunjukkan rahasia yang tersembunyi di dalamnya. Allah telah menjadikan keterkaitan dan keselarasan antara rupa dan perilaku serta antara lahir dan batin. Dari sisi inilah orang-orang membicarakan tentang firasat. Menggali ilmunya yang merupakan ilmu yang paling tersembunyi dan pelik. Dasarnya adalah mengenal persamaan dan kesesuaian yang Allah tetapkan pada dua hal yang saling memiliki kasamaan. Barangsiapa tidak memiliki sedikit pengetahuan tentang hal ini, maka hampir dapat dipastikan ia tidak akan memperoleh manfaat dari dirinya dan dari orang lain.

Jika engkau perhatikan alam sekitar, jarang sekali engkau dapati makhluk yang jelek rupanya melainkan pasti memiliki perangai yang jelek, perbuatan dan perkataan yang sesuai dengan rupanya yang jelek itu. Kecuali jika ia memperhalus etika dan memperdalam ilmu yang mengeluarkannya dari perangai jelaknya itu. Sebagaimana didapati pada beberapa hewan yang dilatih dan dibimbing sehingga terlepas dari tabiat aslinya. Dan jarang sekali engkau lihat makhluk yang cantik pasti memiliki perangai, perbuatan dan perkataan yang sesuai dengan parasnya yang cantik. Kecuali jika pengaruh yang jelak mengeluarkannya dari tabiatnya. Sebagaimana halnya seorang anak yang lahir di atas fitrah, kalau dibiarkan niscaya dia akan tumbuh di atas fitrah Islam. Akan tetapi, kekufuran mengeluarkannya dari fitrah tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan:
“Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan.”

Untuk membedakan antara kesombongan yang dibenci Allah, bahwasanya kesombongan itu bukanlah keindahan. Dan Rasulullah menjelaskan keindahan yang disukai Allah, Rasulullah mengatakan: “Tidak akan masuk Surga siapa saja yang ada di dalam hatinya sebesar biji dzarrah kesombongan.”
Mereka berkata: “Wahai Rasulullah, seseorang ingin agar bajunya bagus dan sandalnya juga bagus,apakah itu termasuk kesombongan?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
“Tidak, sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan, kesombongan itu adalah menolakkebenaran dan menghinakan orang lain.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa memakai pakaian dan sandal yang bagus termasuk keindahan yang disukai Allah, sebagaimana firman-Nya:
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid.” (Al-A’raf: 31)

Jika penampilan lahir dan batin indah, maka itulah yang disukai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika batin indah tapi penampilan lahirnya tidak indah alias jelek maka disisi Allah bukanlah hal yang merugikannya. Meskipun hina tiada berharga dalam pandangan manusia, tapi di sisi Allah ia mulia dan berharga. Jika seorang hamba memiliki suara yang merdu, namun apabila ia gunakan untuk berbicara yang keji dan bernyanyi, maka Allah membenci suara itu, walaupun suaranya itu suara yang palingmerdu. Sebagaimana Allah membenci kecantikan yang digunakan untuk perbuatan keji. Walaupun kecantikannya itu tiada taranya. Uraian ini sangat bermanfaat sekali untuk menjelaskan perbedaan antara keindahan yang disukai Allah dan yang dibenci-Nya.

Wallahu A’lam

((disadur dari buku Noktah-Noktah Hitam Senandung Setan, karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, penerbit Darul Haq, Jakarta))

Taken from this site

MENIKAH ATAU MENUNTUT ILMU..??

Assalammu’alaikum.

Afwan ustadz, ana pemuda 24th. Ana ingn segera menikah untuk menjauhi fitnah wanita yg sangat besar ini. Namun ana sering minder/malu, dan takut apakah ada akhwat yg mau degan ana yang sedikit pngetahuan ilmunya dan penghasilan ana yang saat ini pun minim. Dikarenakan ana baru saja di PHK 1 th yang lalu.Apakah yang harus ana dahulukan, mencari ilmu dulu Ataukah menikah?Dapatkah ustadz membantu ana? Ana tidak ingin terjerumus dalam zina, baik dalam bentuk apapun pacaran misalnya.Bagaimana ana bisa hubungi ustadz?

JAWABAN: Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Bismillahirrahmanirrahim,

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarganya, para sahabatnya serta orang-orang yang berpegang teguh dengan ajarannya hingga akhir zaman.

Saudaraku –semoga dirahmati Allah-, keinginan anda untuk segera menikah sangatlah terpuji, apalagi faktor yang mendorongnya adalah karena khawatir terjerumus ke dalam fitnah wanita yang merupakan fitnah terbesar dan membahayakan bagi kaum laki-laki dari umat ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku fitnah (cobaan) yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki daripada (fitnah) wanita." [HR. Bukhari (no.5096) dan Muslim (no.7122)]
 Karena wanita, terjadilah pertikaian, permusuhan dan bahkan pembunuhan antara kaum lelaki. Karena wanita pula, laki-laki sholih yang berilmu tergelincir dalam jurang kemaksiatan dan kekejian.

Maka dari itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan kaum lelaki yang telah mampu agar segera menikah, beliau bersabda:
“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).” [HR. Al-Bukhari (no.5066), Muslim (no.1402), dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu]
Maka dari itu, janganlah rasa malu atau minder anda karena sedikitnya ilmu dan penghasilan menghalangi anda untuk mengamalkan sunnah (tuntunan) nabi yang mulia ini. Apalagi dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan untuk terjerumus ke dalam perbuatan zina. Maka lebih ditekankan lagi untuk segera menikah tanpa menunda-nundanya. Barangsiapa menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka Allah pasti menolongnya. Ini berdasarkan riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Ada tiga golongan yang pasti akan ditolong oleh Allah; pejuang di jalan Allah, seorang budak yang ingin menebus dirinya dengan mencicil kepada tuannya, dan orang yang menikah karena ingin memelihara kesucian dirinya.” [HR. At-Tirmidzi (no.1352), Ibnu Majah (no.1512) dan di-hasan-kan oleh Syaikh al-Albani dalam al-Misykaah (nomor.3089), Shahiih an-Nasa-i (no.3017), dan Shahiihul Jaami’ (no.3050).]
Namun di saat anda berkeinginan keras untuk segera menikah, tiba-tiba anda juga mengalami kebingungan antara menikah dan menuntut ilmu, manakah yang mesti anda dahulukan?

Maka kami katakan bahwasanya kedua hal tersebut merupakan ibadah yang agung dan memiliki keutamaan-keutamaan yang besar. Jadi, apabila anda merasa memiliki kemampuan untuk menggabungkan antara kedua hal yang bermanfaat tersebut, maka lakukanlah, dan ini yang diharapkan oleh kita semua. Bahkan pernikahan bagi sebagian orang tidak menjadi pengahalang untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu syar’i.

Maka apabila anda benar-benar perhatian dan mampu mengatur waktu anda, niscaya anda akan mampu menundukkan perkara ini sehingga menjadi sarana atau faktor yang akan membantu anda dalam menuntut ilmu. Apalagi kalau kita baca kitab sejarah kehidupan generasi salafus sholih, maka kita akan dapatkan bahwa keadaan mereka membuktikan apa yang telah kami sebutkan tadi.

Para sahabat radhiyallahu ‘anhum dahulu juga menikah. Dan bersamaan dengan itu, mereka bersemangat menuntut ilmu secara langsung dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Demikian juga para salafus sholih, mereka menikah dan juga mengambil ilmu dari ulama mereka. Dan hal itu tidak menghalangi atau mengendorkan semangat mereka dari menuntut ilmu.

Akan tetapi, bagi sebagian orang lain barangkali menggabungkan antara keduanya sangatlah sulit, maka hendaklah ia mendahulukan salah satu dari keduanya yang dipandang paling mendesak.

Saudariku seislam, bila anda merasa mampu mengendalikan syahwat, maka dahulukanlah menunut ilmu dan bersabarlah. Sebagaimana perkataan Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu: “Carilah ilmu sebelum datang masa lemah.” Apalagi dalam membina rumah tangga anda akan menghadapi banyak problem dan tantangan, maka dibutuhkan ilmu yang cukup khususnya ilmu yang berkenaan dengan masalah fikih pernikahan dan keluarga. Seperti bagaimana memilih calon istri, menyelenggarakan walimah yang islami, menggauli istri, menyikapi konflik suami istri dan solusinya, dan lain sebagainya. Hal ini sejalan dengan prinsip agama Islam, yakni berilmu terlebih dahulu baru setelah itu berkata dan beramal di atas ilmu.

Akan tetapi bila kondisinya tidak memungkinkan bagi anda untuk menunda pernikahan, dengan sebab tidak mampu menahan syahwat dan bila ditunda maka ditakutkan atau diduga kuat terjerumus ke dalam perbuatan zina, maka hendaklah anda segera mendahulukan menikah. Pilihlah wanita yang baik agama dan akhlaknya, kemudian selanjutnya terserah anda mau menambah kriteria yang lainnya, seperti kecantikannya, keturunannya, kedudukannya, hartanya, pendidikannya atau kriteria lain yang anda kehendaki. Asalkan kriteria utama, yakni agama dan akhlak yang baik harus ada, sebab kalau tidak, maka yang terjadi adalah kerugian dan kerusakan dalam rumah tangga anda sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Wanita itu biasa dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, karena kemuliaan keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah yang beragama, karena kalau tidak niscaya engkau akan merugi”. [HR. Bukhari (no.5090) dan Muslim (no.1466)].
Jadi, dalam menentukan pilihan mana yang mesti didahulukan, menikah dulu atau menuntut ilmu dulu atau menggabungkan keduanya? Anda sendiri yang bisa mengetahui kondisi dan kemampuan diri anda. Tapi bila anda masih bingung dan tetap bingung, mintalah petunjuk dari Allah, lalu bermusyawaralah dengan keluarga anda atau orang-orang yang dapat anda percaya mampu memberikan keputusan. Insya Allah anda tidak meleset dan keliru dalam mengambil keputusan.  Wallahu a’lam bish-showab.

Bila ada yang kurang jelas, anda bisa mengirim pertanyaan ke alamat email redaksi majalah nikah, atau ke alamat email berikut: abufawaz79@gmail.com , atau ke halaman Konsultasi Syari’ah pada blog:http://abufawaz.wordpress.com/

[Sumber: Majalah Nikah Sakinah, Volume 8, No.12 tanggal 15 Maret-15 April 2010]

Taken from this site

25 Mei, 2011

Doa Para Akhwat

Tuhanku...

Aku berdo'a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu



Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia



Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah



Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya



Tuhanku...
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna



Tuhanku...
Aku juga meminta, Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku



Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana, mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi



Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan: "Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna."



Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan.


Dikutip dari sini

19 Februari, 2011

Semester 3 = Pensiun Jeans

Ketika saya memasuki perkuliahan semester 3, saya telah berjanji dengan diri saya sendiri untuk mempensiunkan Jeans pada saat saya mengikuti perkuliahan dengan seorang dosen. Hal ini saya lakukan karena saya mulai menyadari bahwa saya mengikuti perkuliahan ini karena saya ingin menjadi seorang pendidik atau seorang guru. Itu berarti saya akan menjadi contoh atau model yang akan ditiru oleh murid-murid saya kelak. Dan saya tidak ingin murid saya meniru hal-hal yang negatif dari diri saya. Biarlah mereka meniru yang positifnya saja (itu juga kalo ada. hhehe). Saya berusaha menegaskan pada diri saya sendiri, "Kalo gw pake jeans, apa kata murid gw nanti??"

Mulailah saya menggunakan rok setiap harinya. Tapi kalo di luar perkuliahan, masih suka pake jeans sih..
Sebenarnya lebih nyaman pake rok daripada pake celana. Dan yang membuat saya selama ini enggan memakai rok kalo kuliah yaitu ribet kalo naek bus. Kadang sering terinjak bagian depan roknya sehingga membuat saya hampir terjatuh. Belum lagi kalo ngejar-ngejar bus pake rok. Hadeuuhh,, ribet deh.. Tapi semakin hari saya menjalani itu semua, saya semakin terbiasa dan ga ngerasa ribet lagi. Kalo kata orang jawa mah witing tresno jalaran soko kulino. hhehe,,

Tidak sedikit komentar yang saya terima. Komentar yang positif tentunya. Saya hanya tersenyum dan terkadang diselingi candaan menanggapinya. :)

Setelah beberapa waktu berjalan, ternyata tidak mudah untuk menjalani ini. Ada saja godaan untuk memakai jeans saat mengikuti perkuliahan. Namun saya berusaha menegaskan kembali dalam diri saya agar tidak terpengaruh dengan godaan itu.

Dan alhamdulillah,, dalam satu semester ini saya tidak pernah memakai jeans selama mengikuti perkuliahan dengan seorang dosen. Saya memakai celana bahan satu kali dan selebihnya saya memakai rok. ALhamdulillah.. :)

Padahal tadinya hampir saja saya tidak memenuhi janji ini. Jadi ceritanya pas waktu minggu tekun, ada dosen bahasa Inggris yang minta jam tambahan. Nah berhubung waktu itu saya berangkat dari rumah pake jeans dan saya mampir ke kosan dulu. ENtah kenapa saya lagi pengen pake jeans. Yawda ke kampus pake jeans aja gitu.

Eh pas nyampe di kelas, banyak yg komentar euyy,,
"E'es koq tumben pake jeans?"
"E'es roknya kmana?"
Saya menangapinya hanya dengan candaan. hhehe,,

Ternyata eh ternyata,, dosennya gak masuk.
Alhamdulillah,,, akhirnya saya bisa memenuhi janji yang telah saya buat dengan diri saya sendiri.. :)

Semoga di semester-semester berikutnya bisa terus seperti ini. Bahkan lebih baik lagi. Amin..

10 Januari, 2011

Ketika Akhwat Jatuh Cinta

Akhwat Jatuh Cinta??

Tak ada yang aneh, mereka juga adalah manusia...
Bukankah cinta adalah fitrah manusia???
Tak pantaskah akhwat jatuh cinta???
Mereka juga punya hati dan rasa...


Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya??? Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu di wajah, tak ada buncah suka di dada...

Namun sebaliknya...

Ketika Akhwat Jatuh Cinta...
Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap... Ketika lelaki yang tak halal baginya, bergelayut dalam alam fikirannya, yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yang tak suci lagi...

Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sebuah asa yang tak semestinya…

Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu… Yang ada adalah malam-malam yang dipenuhi air mata penyesalan atas cinta-Nya yang ternodai… Yang ada adalah kegelisahan, karena rasa yang salah arah… Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit…


Ketika Akhwat Jatuh Cinta…

Bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut…

Tak ada kata-kata cinta dan rayuan…
Yang ada adalah kekhawatiran yang amat sangat, akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya…

Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan di hatinya yang tak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya yang dulu teduh…

Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya… Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mereka lakukan....

Alangkah kasihannya jika akhwat jatuh cinta… Karena yang ada adalah penderitaan…


Tapi ukhti… Bersabarlah… Jadikan ini ujian dari Rabbmu…
Matikan rasa itu secepatnya…
Pasang tembok pembatas antara kau dan dia…
Pasang duri dalam hatimu, agar rasa itu tak tumbuh bersemai…
Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang sempat tersingkap...

Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah hanya padaNya…
Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu…

Ukhti… Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya…
Karena bila memang kalian ditakdirkan bersama, maka tak akan ada yang dapat mencegah kalian bersatu…

Tapi ketahuilah, bagaimana pun usaha kalian untuk bersatu, jika Allah tak menghendakinya, maka tak akan pernah kalian bersatu…

Ukhti… Bersabarlah… Biarkan Allah yang mengaturnya...
Maka yakinlah... Semuanya akan baik-baik saja…

Semua Akan Indah Pada Waktunya…

Oleh: Renungan n kisah inspiratif
Silahkan lihat disini ..

06 Januari, 2011

Dikostan teman

Semalam itu saya sengaja menginap di kosan teman saya. Rencana awal ingin minta diajarin kalkulus dan menyelesaikan latihan-latihan dibuku paket yang sudah merengek minta dikerjain. Selain itu, saya juga mau diskusi soal-soal geometri ruang. Ternyata rencana tinggal rencana. Faktanya, setelah selesai mandi, sekitar jam 7an, saya iseng pengen nyoba software cabri 2 plus yang saya download di www.cabri.com dan telah saya install di laptop teman saya itu. 
Ternyata menggunakannya tidak begitu mudah. Apalagi bagi pemula yang baru bertemu dengan software cabri ini seperti saya. Walau begitu, saya tetap penasaran ingin mencobanya. Malam kian larut, saya masih berkutat dengan si cabri ini dan teman saya masih asyik mengerjakan beberapa soal geometri ruang di kertas HVS nya walau terkadang dia juga mengeluh ketika ada soal yang sulit dimengerti. Tp sesekali dia juga tertawa melihat saya yang geregetan gara-gara ngerjainnya salah melulu. hhuhuhuu....
Waktu terus berjalan, dan rasa penasaran saya pun terus meningkat. Begini nih,, Kalo udah enjoy ngotak-ngatik sesuatu, pasti makin penasaran deh. :)
Sekitar jam 10 malam, akhirnya jadi juga tuh gambar. Alhamdulillah.. ^_^

Inilah hasil yang saya buat selama waktu kurang lebih 3 jam.




Hasilnya memang tidak sebagus dan sesempurna yang dibuat oleh dosen saya dan orang-orang yang sudah ahli. Maklum lah.. namanya juga hasil coba-coba. Hhehehe,,

Setelah selesai membuat jaring-jaring kubus dan penampangnya,, saya semakin tertantang untuk membuat jaring-jaring limas dan penampangnya. Lalu saya mulai mencobanya. Namun, saya kebingungan apa yang mesti saya buat terlebih dahulu. Saya berusaha mengira-ngira, tapi koq malah aneh dan gak karuan gambarnya. Setelah hampir satu jam saya mencoba, tetap saja tidak menghasilkan sesuatu yang signifikan.
Akhirnya saya memutuskan untuk menghentikannya karena saya sudah lelah dan mulai mengantuk. Teringat belum shalat isya, saya pun segera mengambil wudhu dan shalat. Selesai salat, saya berdiskusi dengan teman saya mengenai beberapa soal georuang sambil mendengarkan musik yang bikin semangat. Sebenernya mah udah ngantuk, tapi belum mau tidur. Soalnya saya sudah berjam-jam menghabiskan waktu cuma buat ngegambar satu soal pake software cabri. Kalo saya langsung tidur, berarti rencanya saya gagal total. Nah makanya itu,, saya berusaha menahan ngantuk. Nah, kebetulan juga teman saya ga bisa tidur. Baguslah kalo begitu,, hhehe,,

Malam semakin larut dan waktu sudah menunjukkan hampir jam 2 pagi. Saya udah ga tahan lagi. Rasanya ngantuk banget. Tapi teman saya belum bisa tidur. Tadinya saya pengen tidur satu jam saja, dan meminta teman saya untuk membangunkan. Tapi ga jadi deh. Akhirnya kami berdua segera tidur.

Ternyata.. eh ternyata.. kami berdua kesiangan. Padahal udah pasang alarm pukul 04.30 tapi ga ada yang denger. Parahhhh... Dan yang membuat kami terbangun adalah bunyi sms dari handphone saya. Ckckck,,

28 Desember, 2010

Teruntuk Calon Suamiku

Tulisan ini di kirim oleh Fsi Al-kautsar Unj ke messages facebook saya.
Saya tertegun ketika membacanya. Oleh karena itu saya mencoba untuk sharing dengan teman-teman semua..

WAHAI CALON SUAMIKU
Ketahuilah…

Sesungguhnya tidaklah aku ingin menikah melainkan karena aku tidak ingin mati dalam keadaan agamaku ini hanya setengah.

dan tidaklah aku ingin menjadi orang yang menikah melainkan karena aku meyakini janji Allah bagi orang yang menikah itu benar adanya.

Tahukah kau bahwa setiap hubungan suami isteri yang halal itu adalah sedekah yang dapat mendatangkan pahala?!

Tahukah kau bahwa hanya dengan merengkuh tangan isteri maka berguguranlah dari jari jemari dosa-dosa?!

dan tahukah kau bahwa bila seorang isteri meninggal dunia sementara suaminya dalam keadaan ridha padanya maka ia akan masuk surga?!

dan bila semasa hidup dia taat kepada Allah dan taat pula kepada suaminya maka ia boleh memasukinya dari pintu mana pun yang ia suka?!

Duhai, calon suamiku…

Tidak lah aku ingin menjadi seorang isteri melainkan karena janji Alloh yang satu ini.

Karena sesungguhnya aku takut mengetahui bahwa penghuni neraka itu kebanyakan wanita.

dan hanya kepada Allah aku berharap perlindunganNya dan petunjuk-Nya di manapun aku berada.

Wahai calon suamiku…

Yelah ditakdirkan Allah bahwa akhirnya engkau memilihku.

Semoga inilah perlindungan dan petunjuk yang Dia berikan agar aku bisa mendapatkan kebenaran janji Allah itu…

Namun, wahai calon suamiku,aku ingin kau menyadari bahwa aku bukanlah makhluk yang sempurna seperti juga dirimu.

Maka mengertilah bahwa setelah kita menikah nanti akan banyak hal baru yang akan sama-sama kita ketahui

Insya Allah, akan kujaga apa yang harus kujaga darimu,

dan kuharap kau pun menjaga apa yang harus kau jaga dariku.

Bila kau menemukan ketidaksukaanmu padaku karena kekuranganku

Maka bersabarlah, calon suamiku…

Karena kadang-kadang pada sesuatu yang tidak kau sukai, Alloh menjadikan kebaikan padanya.

Temukanlah kelebihan yang kau sukai dari diriku,

Bukankah kau memiliki alasan mengapa kau ingin menikahiku?!

Tetapi, wahai calon suamiku…

Bila ketidaksukaan yang kau temukan itu adalah karena kesalahanku,
maka nasehatilah aku, pisahkanlah tempat tidurku dan pukullah aku bila akhirnya aku meninggalkan kewajibanku.

Namun janganlah kau bermaksud menyakitiku hingga membahayakan hidupku karena aku adalah bagian dari dirimu.

Janganlah kau luruskan kebengkokanku, karena aku bisa patah

Tetapi berhati-hatilah terhadapku, karena aku bagaikan gelas kaca

Ingatlah bahwa manusia yang baik adalah yang baik pada keluarganya,

dan lelaki yang baik adalah yang baik pada isterinya.

dan cukuplah engkau menjadikan aku seseorang yang patuh kepadamu dengan menjadi seseorang yang pantas aku patuhi.

Sehingga aku mempunyai alasan mengapa aku harus berhias setiap hari,

dan mengapa aku harus menjaga diriku, kehormatan dan juga hartamu saat kau tidak ada di sisi…

Jadikanlah aku sebaik-baik perhiasan duniamu, hartamu yang paling berharga …
*********

1. Hadits Riwayat Al-Hakim, artinya: Barangsiapa menikah, maka dia telah menguasai separuh agamanya, karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.
2. Hadits Riwayat Muslim, artinya: dan kalian jima’ dengan isteri pun sedekah. Bukankah bila syahwat disalurkan pada tempat yang haram maka akan mendapatkan dosa? Maka demikian pula bila disalurkan pada tempat yang halal, maka akan mendapatkan pahala.
3. Riwayat Maisarah, artinya: Sungguh, ketika suami isteri saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan keduanya dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan isteri (meremas-remasnya), berguguranlah dosa-dosa keduanya dari sela-sela jari-jemari.
4. Hadits Riwayat Ibnu Majah, artinya: Siapapun wanita yang meninggal dunia sedang suaminya meridhainya maka dia akan masuk surga.
5. Hadits Riwayat Ath Thabrani, artinya: jika seorang wanita mengerjakan shalat 5 waktu, berpuasa satu bulan penuh (Ramadhan), dan mentaati suaminya, maka hendaklah ia memasuki dari pintu surga manapun yang dia kehendaki.
6. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Telah diperlihatkan api naar kepadaku, kulihat mayoritas penghuninya adalah kaum wanita.
7. (a) Hadits Ibnu Abi Syaibah, artinya: Di antara manusia yang paling rendah derajatnya di sisi Allah padahari kiamat adalah seorang suami yang jima’ dengan isterinya lalu menyebarkan rahasianya. (b) Hadits At Tirmidzi, artinya: dan hak kalian (suami) atas mereka (isteri) adalah mereka tidak mengajak orang yang kalian benci untuk mendatangi tempat tidur kalian serta tidak mengizinkan orang yang kalian benci memasuki rumah kalian
8. An Nisa’: 19, artinya: Dan bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.
9. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Seorang wanita dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunanannya,, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama niscaya kamu akan beruntung.
10. An Nisa’: 34, artinya: Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya (meninggalkan kewajiban sebagi isteri), maka nasehatilah, pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menta’atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.
11. (a) Al-Hujurat: 10, artinya : Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara” (b) Hadits Riwayat: artinya : Perumpamaan kaum muslimin dalam cinta kasih, dan lemah lembut serta saling menyayangi antara mereka seperti satu jasad (tubuh) apabila satu anggotanya merasa sakit, maka seluruh jasadnya ikut merasa sakit.
12. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Bersikap baiklah terhadap wanita. Karena mereka itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atas. Kalau kamu berusaha meluruskannya, maka ia akan patah.
13. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Wahai Anjasyah, perlahanlah, sebab bawaanmu adalah gelas-gelas kaca.
14. (a) Hadits Riwayat At Tirmidzi dan Ibnu Majah, artinya: sebaik2 kalian adalah yang baik kepada keluarganya. (b) Hadits Riwayat Imam Hakim: artinya: sebaik-baik kalian adalah yang baik kepada isterinya
15. Hadits Riwayat Ahmad, artinya: Apakah kalian mau saya beritahu tentang simpanan seseorang yang paling berharga? Yaitu wanita sholihah yang suaminya menjadi bahagia bila memandangnya, bila diperintah segera dipenuhi, dan bila suaminya tidak ada dia menjaga kehormatannya.
16. Hadits Riwayat Muslim, artinya: Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholihah.